Kitab Kesusilaan (Liji) (礼记) Qu Li Bagian A (Empat Pantangan Pengendalian Diri) Lima Sutra (五经)

敖不可长,欲不可从,志不可满,乐不可极。

Áo bù kě zhǎng, yù bù kě cóng, zhì bù kě mǎn, lè bù kě jí.

📖 Terjemahan Multibahasa (10 Bahasa Dunia)

Keangkuhan dan kesombongan tidak boleh dibiarkan tumbuh; hawa nafsu serakah tidak boleh dituruti tanpa batas; rasa puas diri tidak boleh dibiarkan membubung penuh; dan kegembiraan pesta pora tidak boleh dibiarkan mencapai titik ekstrem berlebihan.

💡 Makna Filosofis & Nilai Kebijakan

Empat Rem Emas Jiwa (Four Golden Restraints). Kehancuran manusia hampir selalu berakar pada salah satu dari empat hal ini: kesombongan yang dibiarkan membengkak, nafsu belanja/syahwat yang diumbar, kepuasan diri yang menutup pintu kritik, dan pesta pora yang melampaui batas kewajaran. Menjaga keempat rem ini adalah benteng keselamatan hidup.

🛡️ Kegunaan untuk Pegangan Hidup Modern

1. Pangkas segera benih rasa sombong saat Anda mulai merasa diri Anda lebih unggul dari orang lain.
2. Terapkan 'dopamine detox': batasi kecanduan belanja, scrolling media sosial, atau kesenangan instan lainnya.
3. Jangan berpesta hingga mabuk atau begadang berlebihan; jaga kesehatan tubuh Anda dengan disiplin.

📜 Sejarah & Latar Belakang Pencetusan

Kalimat pembuka yang merangkum keseluruhan etika Kitab Kesusilaan (Liji) tentang mengapa peradaban membutuhkan tata krama (Li): yakni sebagai pagar pengatur hawa nafsu manusiawi agar tidak memangsa diri sendiri.

🖼️ Buat Kartu Kutipan Estetis (Quote Card)

四書五經
敖不可长,欲不可从,志不可满,乐不可极。
Áo bù kě zhǎng, yù bù kě cóng, zhì bù kě mǎn, lè bù kě jí.
"Keangkuhan dan kesombongan tidak boleh dibiarkan tumbuh; hawa nafsu serakah tidak boleh dituruti tanpa batas; rasa puas diri tidak boleh dibiarkan membubung penuh; dan kegembiraan pesta pora tidak boleh dibiarkan mencapai titik ekstrem berlebihan."
— Kitab Kesusilaan (Liji) · Qu Li Bagian A (Empat Pantangan Pengendalian Diri)